'Waspada Scammer Cinta' Rangkul Korban Penipuan di Internet

webhosting
205 tayangan
dilaporkan 15 Des 2015 dalam Penipuan Media Sosial oleh Kopral Pademangan

Jakarta - Seiring dengan perkembangan teknologi, aksi pemerasan di dunia maya kian berkembang pesat. Berbagai cara dilakukan oleh pelaku penipuan (scammers) untuk memuluskan aksinya, termasuk memasang foto palsu di akun Facebook dan mengumbar rayuan untuk menjaring korban lawan jenis yang menjadi target penipuan.

Seperti yang dilakukan Saeful Husen dalam akun Facebook palsunya menggunakan nama T Rizal Maulana (TRM) asal Aceh. Dia memasang foto pria ganteng yang belakangan diketahui bernama Russel Camat asal Filipina untuk dijadikan senjata 'penakluk' para korban penipuan yang umumnya ibu-ibu.

Saeful memacari enam perempuan sekaligus dan meminta mereka untuk mengirimkan foto bugil serta merekam video seks saat melakukan kegiatan phone sex. Selanjutnya, pria yang saat ini mendekam Lapas Subang, Jawa Barat ini akan memeras korban agar tidak disebar foto juga videonya.

Berangkat dari kejadian-kejadian semacam itu seorang pemerhati dan penulis masalah penipuan dumay (dunia maya), Fey Down, berinisiatif membuat komunitas Waspada Scammer Cinta (WSC) di laman Facebook.

"Sengaja saya buat page 'Waspada Scammer Cinta' di mana korban selalu mau cerita dengan saya secara pribadi. Saya buat Komunitas Satu Hati untuk merangkul korban-korban penipuan agar tak terulang," tulis Fey dalam surat elektronik kepada detikcom, Jumat (30/1/2015).

"Hati saya sudah mantap menulis kejahatan dunia maya terutama FB dan membela para wanita, mengajari mereka agar tak tertipu. Merangkul mereka yang sudah tertipu," sambungnya.

Fey menyebut dirinya sering menemukan penggunaan foto dan nama palsu di jejaring sosial. Bahkan tidak jarang oknum sengaja memakai foto aparat penegak hukum secara sengaja tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Lebih miris lagi foto-foto aparat negara seperti TNI/Polisi digunakan untuk menipu TKW. Saya mengenal langsung TNI dan polisi yang photonya sering di pakai penipu. Mereka juga korban dan sampai dipanggil komandan," jelas perempuan yang tinggal di Australia itu.

"Ini bukan masalah kecil, bagi saya penggunaan foto orang lain untuk menipu merupakan kejahatan, apalagi pakai photo aparat sama saja melecehkan," imbuhnya.

Laman komunitas itu telah di-like oleh 14.981 orang. Berbagai posting-an berisi imbauan, aduan dan pengumuman terpampang di laman WSC.

Bagikan laporan ini

Informasi Modus Penipuan Dan Kejahatan terkait

0 tanggapan 68 tayangan
Situs ini adalah media sosial online independent sharing berbagai macam informasi berita kriminal (cyber crime) yang terjadi dan melanda di dunia maya internet. Terima kasih atas kontribusi semua di media sosial online ini dan semoga bermanfaat, amiin...
...