Pelaku Teror Bom Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 Ditangkap Polisi

webhosting
585 tayangan
dilaporkan 25 Des 2015 dalam Kekerasan oleh Kopral Pademangan

Beberapa hari lalu (19 Desember 2015) Polisi menangkap 2 pelaku teror bom natal di tasikmalaya. Berhasil diamankan Densus 88, Mereka adalah Asep Urip, 31, dan Zaenal, 35. Keduanya ditangkap karena sudah menyiapkan bom bunuh diri akhir Desember nanti atau tepatnya di momentum Natal. Asep dan Zaenal ditangkap saat mengendarai sepeda motor di jalanan sekitar Kampung Cihaji Kelurahan Purbaratu Kecamatan Purbaratu, Tasikmalaya.
Badrodin menuturkan, keduanya ditangkap terkait dengan jaringan Abdul Karim alias Abu Jundi yang ditangkap Densus 88, Sabtu (19/12) kemarin. Badrodin mengatakan, satu di antara kedua orang itu diduga memiliki kemampuan merakit bom. Barang bukti yang disita polisi adalah sepeda motor Yamaha Mio, mobil pick up, dan bendera warna hitam bertuliskan 'Lailahailallah'. Asep Urip merupakan pengajar di Pondok Pesantren Al Mubarok, Tasikmalaya. Sedangkan Zaenal enam bulan terakhir diketahui menjadi santri di pondok pesantren tersebut.
Dimodali TKW Hongkong
 
Masih dari Jakarta dilaporkan, penangkapan terhadap terduga teroris Sabtu (19/12) lalu terus bertambah. Bila sebelumnya hanya enam orang yang ditangkap, ternyata dari operasi selama tiga hari sejak Jumat (18/12) hingga Minggu (20/12) Densus 88 Anti Teror telah menangkap sembilan orang terduga teroris. Dari keterangan para terduga terungkap bahwa mereka mengincar sejumlah target berlatar syiah untuk dibom.
 
Sembilan orang terduga teroris itu, diantaranya, Riswandi alias Iwan alias Zaid dan Yudinov Syahputra alias Kholid, keduanya ditangkap di Majenang. Lalu, Zaenal dan Asep Urip dibekuk di Tasikmalaya. Terduga teroris lainnya yang berhasil diamankan adalah Abu Jundi alias Abdul Karim di Sukoharjo. Sebelumnya, tiga orang terduga teroris tertangkap di Mojokerto. Yakni, Karto alias Amin alias Moch, Choirul Anam, dan Teguh alias Basuki.
 
Pelaksana Tugas Kepala Densus (Plt Kadensus) Kombespol Edy Hartono mengatakan, dari sembilan orang tersebut, pelaku utamanya adalah Asep, seorang pengajar pesantren Al Mubarok, Tasikmalaya dan Zaenal yang tercatat sebagai santri di pesantren yang sama. "Kami menduga keduanya merupakan perakit bom," tuturnya, kemarin.
 
Sementara bahan material membuat bomnya disembunyikan oleh Abu Jundi yang tinggal di Sukoharjo. Sejak awal memang diketahui kelompok ini akan melakukan pengeboman. Tentunya, dengan penangkapan ini diharapkan rencana pengeboman itu bisa gagal. "Kami terus berusaha mengejar yang lainnya," ujarnya.
 
Dia menuturkan bahwa untuk bom yang akan dibuat kelompok tersebut merupakan bom handphone. Makanya, sejumlah handphone dan bahan peledak juga ditemukan dalam penggerebekan dan penangkapan tersebut. "Mereka akan beraksi, saat kita cegah,"paparnya. Soal dari mana pendanaan pembuatan bom tersebut, juga telah terkuak. Pengakuan salah satu terduga teroris menyebutkan bahwa pendanaan didapatkan dari seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong senilai Rp 8 juta. "TKW ini merupakan istri dari pelaku bernama Zaenal," terangnya.
 
Dari Kaleng Pembasmi Nyamuk
 
Pasca penangkapan terduga teroris di rumah terapi Jalan Empunala 78 Lingkungan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, polisi terus melakukan pengembangan. Dari olah TKP, Sabtu (19/12) malam, setidaknya mereka berhasil menemukan 16 item barang dan alat bukti baru. Temuan itu diduga untuk mendukung rencana aksi teror saat Natal dan Tahun Baru 2016. Semua temuan disita dari rumah yang selama ini dihuni oleh terduga teroris Indraji Idam Wijaya bersama keluarga. Sumber di internal kepolisian menyebutkan, sebanyak 16 item alat bukti yang diamankan cukup beragam. Selama penggeledahan dalam rumah kontrak yang sudah berjalan sejak Juli 2015 lalu, polisi menemukan 10 lembar print out KTP palsu. Print out pemalsuan data ini sengaja diduga dilakukan oleh Indraji. "Gambar fotonya sama, tapi identitas dan alamatnya beda-beda,"terangnya. Cetakan berwarna dominasi biru berukuran KTP ini menggunakan foto Indraji. "Ada yang menggunakan nama Imran, Amin dan Anam. Alamat per KTP yang dicetak juga tertulis menggunakan alamat berbeda," terangnya.
 
Ada yang sengaja mencantumkan alamat asal Kabupaten Banyumas, namun ada pula mencantumkan asal Semarang Jateng. Dari penggeledahan di sebuah kamar, polisi juga menemukan dua buku tentang ajaran Mujahidin. Bahkan yang mengejutkan, mereka mendapati satu jeriken kecil berisi cairan kimia, serta dua rakitan berbahan botol pembasmi nyamuk dan serangga. "Bahannya dari botol bekas pembasmi nyamuk yang dirakit menyambung sepanjang satu meteran. Tapi, apakah ini sebuah rakitan bahan peledak, belum tahu,"papar sumber tersebut.
 
Kapolresta Mojokerto AKBP Nyoman Budiarjamengatakan, temuan alat bukti tersebut merupakan hasil pengembangan Tim Inafis bersama Satrekrim tidak lama setelah Tim Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris. Namun, Nyoman mengaku, belum mengetahui jelas kegunaan dari bahan rakitan kaleng semprotan pembasmi nyamuk dan serangga tersebut. "Kegunaannya untuk apa, kami belum tahu, di lokasi kita sebatas mengamankan. Nanti yang tahu lebih jelas dari hasil lidik Tim Densus 88,"katanya.
 
Selain Itu 8 orang juga ditangkap tim Densus 88 Anti Teror, mereka menamakan diri mereka sebagai kelompok Syiah. Adapun 9 tersangka teror tersebut diamankan di 5 daerah, yaitu di Cilacap (4) , Sukoharjo, Mojokerto (3) dan Gresik (1). Operasi digelar Densus sejak 17, 18, 19, 20 dan 21 Desember 2015.
 
Berikut adalah daftar nama pelaku yang diduga teroris yang telah ditangkap:
Mojokerto:
- M. Khaerul Anam alias Muhammad alias Karto alias Bravo alias Amin (kelompok ekstrem pendukung ISIS)
- Teguh Prambanan (kelompok ekstrem pendukung ISIS)
- Imran (kelompok ekstrem pendukung ISIS)
- BELUM DIKETAHUI NAMANYA (kelompok ekstrem pendukung ISIS)
- BELUM DIKETAHUI NAMANYA (kelompok ekstrem pendukung ISIS)
- BELUM DIKETAHUI NAMANYA (kelompok ekstrem pendukung ISIS)
 
ditangkap di sebuah panti pijat Jalan Empunala 78, Mojokerto, Jawa Timur Sabtu kemarin (19 Desember 2015) sekitar pukul 19.00 WIB
 
Gresik:
- Joko Ardiyanto alias Ardiyanto alias Luluk alias Asmoro (kelompok teroris Jamaah Islamiyah Klaten)
 
Cilacap:
- Riswandi alias Iwan (35)
- Yudinov Syaputra (29)
- Zaenal
- Asep Ari
 
Purbaratu, Tasikmalaya:
- Zaenal
- Asep
 
Bekasi:
- AN (27)
- AH "Pengantin"

Bagikan laporan ini

Informasi Modus Penipuan Dan Kejahatan terkait

0 tanggapan 797 tayangan
0 tanggapan 171 tayangan
0 tanggapan 301 tayangan
0 tanggapan 95 tayangan
0 tanggapan 388 tayangan
0 tanggapan 310 tayangan
0 tanggapan 65 tayangan
0 tanggapan 124 tayangan
0 tanggapan 58 tayangan
Situs ini adalah media sosial online independent sharing berbagai macam informasi berita kriminal (cyber crime) yang terjadi dan melanda di dunia maya internet. Terima kasih atas kontribusi semua di media sosial online ini dan semoga bermanfaat, amiin...
...