Cara Kerja Penipuan Via HP (Telpon Langsung / Direct Calling)

webhosting
116 tayangan
dilaporkan 15 Okt 2015 dalam Dari Administrator oleh ADMINISTRATOR Admin

Laporan titipan dari korban yang mengirim laporan via email [email protected]

KORBAN mengalami penipuan via HP (direct calling). Bagi korban, penipuan via SMS sudah sering dihadapi dan mampu ditolak. Namun jika sang penipu menelpon, ini adalah pengalaman pertama kali bagi korban.

Kronologi dari kejadian penipuan via HP (Telpon Langsung) ini adalah sebagai berikut:
Sekitar pukul 4 sore    koban menerima telpon dari seseorang dari sebuah perusahaan operator    seluler. Penelpon (penipu) ini kurang lebih mengatakan “Perkenalkan    saya Haji ### dari perusahaan operator seluler ###. Perusahaan kami ingin    “memperbaiki” citra buruk yang selama ini sering dimanfaatkan sebagai penipuan    via HP, maka dari itu kami ingin memberikan hadiah langsung on spot    senilai Rp 10 jt. Hadiah ini sama sekali TIDAK memungut biaya dari Anda    & Hadiah ini hanya berlaku beberapa menit ini saja. Jika tidak    kami akan berikan ke orang lain. Hadiah ini adalah kejutan jadi jangan beritahu dahulu keluarga. Silahkan Anda mencari lokasi    minimarket terdekat untuk pemberian hadiah”
Penipu disini ingin    membangun kepercayaan dari korban dengan menyantumkan embel-embel    haji.
Penipu menggunakan    kata-kata “Memperbaiki Citra Perusahaan” untuk menciptakan    “Perasaan Aman” bagi korban. Dan ingin menyapaikan kesan “Jujur”    dari penipu.
Penipu meminimalisir    kecurigaan korban dengan pemberian “hadiah on spot” dan “tidak    dipungut biaya”.
Penipu menciptakan    “preassure time” atau “tekanan waktu” dengan menyampaikan hadiah ini memiliki batas waktu. Hal ini menciptakan “Perasaan    Panik” bagi korban.
Hadiah ini adalah    kejutan untuk keluarga. Kalimat ini digunakan untuk mencegah korban    berkomunikasi dengan keluarga agar tetap TIDAK sadar.
Dengan beberapa    tingkat komunikasi dari penipu kepada korban, maka Penipu sudah mampu mengendalikan korban melalui:
a) Perasaaan Aman,  b) Perasaaan Percaya    kepada penipu, c) Perasaan Panik, d) Mengisolasi    komunikasi korban dengan orang lain.
Penipu memberikan    beberapa syarat yaitu korban harus menggunakan handsfree untuk    dipandu. Korban menyampaikan TIDAK memiliki handsfree, tapi penipu    bilang tidak masalah selama korban tetap TIDAK memutus hubungan    komunikasi.
Disinilah celah bagi    korban karena dengan handsfree atau selama komunikasi tidak terputus    maka penipu dapat mengendalikan korban dengan mudah.
Pada saat kejadian,    kebetulan saya sedang beristirahat sehingga tidak sempat berkoordinasi dengan saya.
Korban akhirnya    pergi ke sebuah minimarket dengan janji akan ada pemberian hadiah di    lokasi langsung (on spot). Korban diminta untuk “berakting”    sedang berbelanja, karena jika “akting” ini ketahuan karyawan    minimarket tersebut maka hadiah Rp 10 juta akan diberikan ke    karyawan.
Disini korban    semakin dikendalikan oleh penipu dan semakin menciptakan “keinginan” untuk dipandu oleh penipu.
Penipu dapat    meng-evaluasi apakah korban sudah saatnya untuk masuk ke “jebakan” yang lebih besar.
Penipu menyampaikan    bahwa panitia pemberi hadiah sedang menuju ke lokasi korban dan    menyebutkan ciri-cirinya. Korban tetap diminta untuk tetap berakting    dan mengikuti instruksi dari penipu. Dan kembali menekankan jika    akting ini gagal maka hadiah akan hangus dan diberikan ke karyawan    minimarket.
Korban dikondisikan    perasaan gembira namun harus menutupi perasaan tersebut. Secara    psikologi muncul perasaan “kepanikan” dan “kegembiraan” dari    korban.
Korban hingga saat    itu tetap bergantung pada instruksi dari penipu.
Penipu semakin    memiliki keyakinan untuk mengendalikan korban.
Penipu lalu memberi    instruksi kepada korban untuk berakting belanja pulsa dan beberapa    makanan/minuman di minimarket sebagai SYARAT pemberian hadiah. Penipu juga menyampaikan akan ada hadiah voucher senilai Rp 1,5 juta    sebagai pengganti belanja. Sekali lagi penipu menyampaikan bahwa    akting korban jangan sampai diketahui oleh karyawan minimarket.
Karena korban sudah    dalam kendali penipu dan meyakini “akting” ini adalah bagian dari proses hadiah besar yang akan diperoleh. Maka secara psikologi    korban mengikuti instruksi penipu ini.
Penipu kembali    menciptakan rasa aman dengan janji voucher.
Korban akhirnya ke    kasir dan membeli pulsa sesuai instruksi penipu. Penipu menyampaikan    bahwa nomor-nomor tersebut adalah nomor HP dari perusahaan operator    (Dan memang nomor-nomor HP tersebut berurutan) agar mudah diawasi. Korban dalam kondisi tetap berkomunikasi dengan penipu hingga    dipandu untuk melakukan “tekanan psikologis” terhadap kasir    minimarket. Korban berhasil dipandu penipu untuk membeli pulsa untuk    12 nomor HP. Penipuan ini tidak akan berhenti jika KASIR TIDAK    meminta korban untuk membayar TUNAI dahulu untuk 11 nomor yg belum    dibayar (1 nomor dibayar tunai).

Penipu akhirnya    gagal menciptakan “TEKANAN PSIKOLOGIS” kepada kasir melalui korban. Akhirnya Penipu menyampaikan “Petugas kami sudah hadir    dilokasi. Kami juga ucapkan selamat kepada Anda atas Hadiah uang    tunai Rp 10 juta dan voucher belanja Rp 1,5 juta. Jangan lupa untuk    bersedekah dan berbagi bagi yang membutuhkan.” Sebelum mengakhir    komunikasi antar penipu dan korban sempat menciptakan perasaan    menyesal bagi korban “Harusnya Anda bisa mendapatkan bonus lebih    besar jika dapat membeli pulsa sampai sekian kali seperti Bapak ###    di Sulawesi”.
Setelah beberapa    lama korban akhirnya sadar karena “petugas hadiah” tidak muncul di minimarket dan akhirnya korban “Tersandra” untuk melunasi 11    nomor HP dengan total Rp 1,1 juta.

Silahkan Langsung SHARE notes “Cara Kerja Penipuan Via HP (Telpon Langsung / DirectCalling)” untuk mencegah KORBAN yang lebih banyak.

Lanjut Bagian Kedua.

Bagikan laporan ini

Informasi Modus Penipuan Dan Kejahatan terkait

0 tanggapan 143 tayangan
1 tanggapan 377 tayangan
Situs ini adalah media sosial online independent sharing berbagai macam informasi berita kriminal (cyber crime) yang terjadi dan melanda di dunia maya internet. Terima kasih atas kontribusi semua di media sosial online ini dan semoga bermanfaat, amiin...
...